TAFSIR AL-QURAN

MELAHIRKAN TAFSIR YANG BERCORAK KILMUAN BERNUASA SOSIO KULTURAL

 

Merajut hari esok yang lebih baik melalui anyaman ayat-ayat Allah merupakan pangkal tolak berlabuhnya penulisan tafsir Al-Quran yang digarap oleh LSI (Lembaga Studi Islam) Unisba. Secercah harapan membersit dari karya ini untuk memancarkan cahaya terindah yang bisa mengurai makna kehidupan penuh rahmat.   

Turunnya Al-Quran tidak untuk mengucilkan diri dari kehidupan, kesulitan-kesulitan dan gejolak-gejolaknya. Tidak pula untuk menenggelamkan ilmu pengetahuan beserta para ahlinya. Justru al-Quran diturunkan sebagai hidayah, yaitu: tuntunan, petunjuk dan pembimbing ke jalan kebenaran, serta merespons berbagai persoalan yang dihadapi ummat manusia. Semangat pesan al-Quran yang diawali dengan kalimat "Iqra'"(Bacalah)  tersimpan makna perintah untuk dimengerti dan dipahami ajaran dan bukti-bukti kebenarannya. Di sini akal dan nurani manusia dituntun untuk berperan aktif dalam memahami dan merenungi kebenaran ajarannya.

Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa para ilmuwan yang mengkaji ayat-ayat kauniyyah yang terdapat di dalam Al-Quran selanjutnya melahirkan beberapa penemuan yang mengagumkan tentang rahasia alam, sehingga lahirlah ilmuwan-ilmuwan besar di dunia Islam mulai abad ke 8, yaitu delapan abad sebelum Barat mengalami renaissance.

Para ulama dalam perjalanan sejarahnya telah menekuni dan berijtihad untuk memahami al-Quran serta mendalami makna ayat-ayatnya melalui penafsiran. Pada masa-masa awal, penafsiran al-Quran yang berkembang lebih bercorak tahdzîb, (pendidikan akhlak) targhîb (motivasi beramal)  dan tarhîb (peringatan) tanpa mendalami lebih jauh makna-makna lain yang bersifat saintifik. Warna tersebut sangat berkaitan dengan tuntutan dan tantangan peradaban yang berkembang pada saat itu.

Upaya untuk menjadikan al-Quran agar terpahami dengan baik pesan dan tuntunannya adalah dengan menyusun tafsirnya. Tafsir yang disusun oleh Unisba merupakan usaha untuk memadukan antara pola penafsiran standard, menggunakan kaidah-kaidah penafsiran yang dipersyaratkan oleh para ulama tafsir, kemudian dipadukan dengan kontribusi keilmuan yang dibangun dari multi disiplin ilmu yang dituangkan pada catatan kaki. Hal ini dimaksudkan agar kajian tafsir yang bersifat Qurâniyyah bertautan dengan kajian yang bersifat Kauniyyah. Oleh karena itu, diharapkan dari tafsir ini akan muncul warna baru yang bermanfaat bagi pengembangan pemahaman ayat-ayat Al-Quran yang bersifat kontekstual.

Tafsir Al-Quran ini diusahakan supaya dapat menghasilkan Tafsir Al-Quran yang komprehensif dan mudah difahami oleh masyarakat secara umum. Selanjutnya, diharapkan dapat memperkaya khazanah tafsir-tafsir yang sudah ada dan membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi umat saat ini.

Berkat perhatian dan komitmen para ahli dan tokoh Islam yang begitu besar terhadap wahyu Ilahi, maka Tafsir Unisba pun tidak luput dari telaahan mereka. Walhasil, mereka mengemukakan endrosment (pengesahan) dan penghargaaan sebagai berikut: 

 

Prof. Dr. H. Miftah Faridl (Ketua MUI Kota Bandung/Ketua Umum Yayasan Unisba)

Para Penyusun Tafsir Unisba telah berusaha mengemasnya dalam suatu bahasa yang komprehensif, mendalam sesuai dengan keragaman latar belakang keilmuannya. Baik dan pasti bermanfaat untuk dibaca.

 

Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar (Wakil Menteri Agama RI)

Unisba (Universitas Islam Bandung) telah berusaha untuk memberikan warna baru dalam penafsiran al-Quran, yaitu mengintegrasikan kajian multi disiplin ilmu sekalipun masih dalam batas hasyiyah (catatan kaki). Sekecil apapun kontribusi multi disiplin ilmu akan membantu pendalaman dan perluasan makna pesan-pesan al-Quran. Selain itu, sistematika penulisan dan bahasa yang digunakan mudah dimengerti. Merupakan karya monumental yang sangat penting kehadirannya di tengah-tengah masyarakat Islam. Suatu khazanah penafsiran yang segar, perlu dibaca orang-orang beriman.  

 

KH. Hasyim Muzadi (Mantan Ketua PBNU)

Universitas Islam Bandung (Unisba) telah melakukan upaya yang sangat mulia, menyusun Tafsir al-Quran dalam rangka membantu Ummat memahami pesan-pesan Wahyu. Terdapat warna khusus yang menjadi karakter dari Tafsir Unisba ini. Sifat khusus yang dimiliki Tafsir Unisba adalah: melibatkan kajian multi disiplin ilmu yang relevans, meskipun baru tertuang dalam catatan kaki. Dilengkapi dengan keterangan asbab al-nuzul dalam kajian latar dan konteks. Setiap kelompok ayatnya dibingkai dengan tema-tema tertentu, disertai dengan implikasi ayat dalam kehidupan sehari-hari yang tertuang pada bagian pesan dan kesan. Bahasa yang digunakan mudah dibaca dan dimengerti. Alur kajiannya sistematis, mendalam dan bervariasi. Sangat penting untuk dibaca oleh siapa pun.

                                                                                             

Prof. Dr H. Amin Abdullah (Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga)

Sekalipun terdapat warna yang khusus, akan tetapi Tafsir Unisba tidak meninggalkan kaedah penulisan tafsir standar yang dipersyarakatkan oleh para Ulama. Justru kehadirannya, sekaligus menjadi salah satu khazanah tafsir yang memperkaya telaah wahyu di tanah air. Format dan sistematika penulisannya teratur, bahasanya mudah dimengerti, isinya luas dan mendalam, tidak ketinggalan setiap kajian ayat disertai uraian tentang asbab al-nuzul (sebab turun ayat), tertuang pada kajian latar dan konteks.

 

Prof. Dr. H. Afif Muhammad, M.Ag.

(Mantan Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati)

Bahasa yang digunakan sederhana, mengalir begitu mudah dipahami. Cara pemaparannya memudahkan pembaca untuk menangkap isi pesan dari maksud yang terkandung di dalam pesan-pesan ayat. Pencantuman indeks yang terdapat di belakang Tafsir, membantu pembaca yang ingin menelusuri kunci-kunci kata atau nama tertentu di dalamnya. Suatu penulisan tafsir yang memperhatikan kaedah penulisan teks ilmiah dengan tanpa meninggalkan standard baku yang menjadi acuan para ulama di dalam menuliskan tafsir al-Quran.

 

Prof. Dr. H.Muhammad Chirzin, M.Ag.

(Guru Besar Tafsir Al-Quran UIN Sunan Kalijaga)

Tafsir Al-Quran Unisba, menggunakan rujukan utama Tafsir Al-Munir, karya terkemuka Wahbah Al-Zuhaili, didukung rujukan puluhan kitab tafsir terkemuka. Penafsiran menukik pada inti ayat, dilengkapi dengan catata-catatan sumber secara ekstensif, sehingga memudahkan pembaca melakukan penelusuran informasi lebih lanjut pada sumber-sumber rujukan. Sesuai dengan namanya, bercorak akademik (ilmiah). Sangat cocok untuk kalangan mahasiswa, akademisi, pemikir Islam dan masyarakat luas.

 

Dr. H. Cecep Alba MA (Rektor IAILM Suryalaya

Keistimewaan Tafsir Unisba tertelak pada pendekatan terpadu antara konteks dan latar serta ijtihadi dan naqli (Al-Quran dan Hadits). Penafsirannya diungkap dengan bahasa yang lugas, padat, dan mudah dipahami, sehingga tidak membuat lelah pembaca. Rujukan utamanya seimbang antara kitab kuning (tafsir-tafsir standar) dan kitab putih (buku-buku Ilmiah).

 
RocketTheme Joomla Templates